Amsterdam Tak Cuma Tulip dan Kincir…

Wisata Belanda bagi kebanyakan orang Indonesia lebih dikenal dengan wisata mengunjungi  taman bunga Tulip (Keukenhof), Madurodam (miniatur Belanda), Volendam (kota nelayan tempat wisatawan berfoto dengan pakaian khas Belanda). Selain itu, wisatawan Indonesia menyukai berfoto di kincir angin, melihat pembuatan keju dan sepatu khas Belanda (klompen) serta wisata menikmati kota Amsterdam dengan berlayar menyusuri  kanal-kanal di tengah kota (Rondvart).

Sesungguhnya Belanda bukan hanya terkenal dengan kota kanal, kota tulip dan kota kincir angin akan tetapi masih banyak lagi obyek-obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi pada musim panas  terutama di Amsterdam yang juga menjadi lokasi dari Bandara Schiphol dimana hampir semua maskapai penerbangan di seluruh dunia singgah disini. Saat ini Bandara Schiphol sudah dilayani setiap hari oleh flag carrier Garuda Indonesia  juga.

Amsterdam yang terletak di Provinsi Belanda Utara sesungguhnya merupakan salah satu kota wisata yang menarik di musim panas (Juni-September). Kota terbesar di Belanda yang sangat majemuk karena saat ini dihuni oleh berbagai suku bangsa dari berbagai penjuru dunia. Awalnya Amsterdam hanya terkenal dengan wisata bagi orang dewasa di kawasan prostitusi (wisata seks) atau kota yang penuh kebebasan bagi orang dewasa seperti kedai kopi yang menjual ganja secara legal serta pentas ekpresi aneka seni.

Kota yang mendapat sebutan “the Venice of the North” ini merupakan kota yang banyak dilalui kanal-kanal (kali besar yang bisa dilalui perahu/kapal ukuran sedang), jembatan-jembatan  diantaranya jembatan bermodel kuno seperti yang masih bisa kita temui juga di Jakarta Kota depan Hotel Batavia. Di Amsterdam terdapat bangunan-bangunan tua yang masih terpelihara, museum dan juga pusat perbelanjaan terbesar di Belanda.

Semua bisa dinikmati dengan berjalan kaki atau bersepeda dan tentunya dengan menaiki kapal yang berlayar di kanal-kanal kota Amsterdam (Rondvart) sambil menikmati bangunan kuno yang berumur ratusan tahun dan terawat bagus berdiri bersama bangunan baru yang berasitektur serupa, rumah-rumah kapal yang indah di pinggir kanal.

Fasilitas transportasi umum lainnya yang sangat memadai dan nyaman adalah trem, kereta api antar kota, bus, taksi, bus hop on hop off atau bus loncat sana loncat sini yang berkeliling terus di sepanjang kota.

Namun yang tidak kalah menarik saat ini di musim panas adanya kendaraan roda tiga seperti becak tapi dimodifikasi dari sebuah sepeda menjadi kendaraan roda tiga yang parkir di sekitar pusat perbelanjaan yang juga berdekatan dengan obyek wisata lainnya. Tapi “becak” disini dikenal dengan sebutan fietstaxi atau reistaxi. Fietstaxi ini dibuat bukan dari sepeda motor tapi dari sepeda biasa. Modelnya macam-macam, tapi memang ada yang persis becak.

Selain itu fasilitas transportasi laut juga bisa ditemukan di Amsterdam dengan adanya pelabuhan untuk feri, kapal-kapal besar, terutama kapal persiar, kapal yang melayani wisatawan (Rondvart). Diantara kapal-kapal tersebut ada kapal tua peninggalan zaman VOC yang sangat menarik dengan pahatan-pahatan kayu bernuansa Asia yang artistik yang dipakai untuk menjelajah negara-negara pada zaman keemasan VOC.

Tanggal 9 Juli 2011 diluncurkan moda transportasi laut dan darat yang baru di Amsterdam untuk pariwisata yaitu Waterbus yang dimiliki oleh perusahaan travel Roderij Lovers, dan bus wisata tersebut diberi nama de Floating Dutchman. Transportasi lainnya yaitu Water Taxi alias motor boat yang dicat kuning dan menjadi taksi.

Transportasi kereta api antar kota dan negara juga terletak di pusat kota Amsterdam (Central Station). Fasilitas lainnya seperti  akomodasi hotel tersebar di berbagai wilayah (lebih kurang 300 hotel) dan juga aneka restoran, warung kopi bahkan bisa disebut sebagai pusat kuliner yang mendunia. Bisa dikatakan hampir semua makanan dari berbagai negara sudah tersedia di kota yang hampir jarang ditemui kemacetan kendaraan seperti di kota metropolitan lainnya.

Amsterdam dikenal juga sebagai kota museum (kurang lebih 50 museum) diantaranya Museum Anne Frank, Museum Rijks, Museum Van Gogh, Museum Stedelijk, Museum Tropen, Museum Madame Tussauds, Museum Zoologisch, Museum Maritim, Museum Diamond, bahkan ada Museum Seks dan Museum Erotis.

Wisata sejarah di Amsterdam bisa dinikmati juga dengan melihat bangunan-bangunan kuno yang sudah ada sejak tahun 1850 seperti gereja, monumen, istana, gudang yang jumlahnya ribuan dan semua dipelihara secara baik oleh pemerintah Belanda.

Menikmati karya seni warga Belanda bisa kita temukan di lapangan terbuka seperti di centrum Amsterdam yaitu di Dam Square yang dikelilingi dengan bangunan kuno Royal Palace, the Nieuwe Kerk dan the National Monument (monumen PD II). Di tempat ini hampir setiap hari di musim panas bisa kita temukan berbagai aktivitas seni, baik perorangan maupun organisasi serta bazaar semua tidak dipungut biaya.

Wisata lain yang juga gratis bisa dinikmati di taman-taman kota yang luas selain untuk tempat rekreasi atau berjemur saat matahari terik, juga tempat pertunjukan seni termasuk musik pop/band anak muda, musik klasik seperti di Vondelpark, Marthin Luther Kingpark dan Culture Park. Parade seni juga diselenggarakan di kapal-kapal yang melintasi kanal seperti parade para gay.

Tentunya pertunjukan seni yang lebih eksklusif dan tidak gratis bisa dinikmati di ruang tertutup seperti di gedung kesenian (concert halls, music halls dan theater). Bagi wisatawan berkantong tebal tentunya pantas untuk mampir ke Gassan Diamonds, tempat pembuatan dan penjualan berlian yang berkualitas terbaik di dunia dan sudah terkenal puluhan tahun sehingga Amsterdam terkenal juga sebagai City of Diamonds. Cenderamata khas Belanda banyak tersedia di toko-toko souvenir yang bertebaran di centrum Amsterdam dan juga di Bloemenmarkt.

Amsterdam juga memiliki kawasan yang dikenal dengan China Town dimana berdiri Kelenteng Buddha Fo Guang Shan dan disekitarnya banyak restoran China yang masih menampilkan makanan yang masih bercita rasa khas China dengan bentuk ruang restoran seperti di Indonesia juga ada toko-toko milik warga China yang sudah menetap di Belanda. Minggu pertama bulan Juli 2011 dirayakan 100 tahun kedatangan warga China ke Belanda dengan karnaval Ular Naga atau Lion Dance yang menarik di Central Amsterdam.

Untuk melengkapi wisata musim panas di Amsterdam sebaiknya Anda juga mengunjungi daerah yang tidak jauh atau sekitar 10 menit dari Amsterdam yaitu Zaandam yang juga masih termasuk Provinsi Belanda Utara. Daerah ini terkenal dengan banyaknya kincir angin (windmills) yang dikenal denganthousand of windmills dan sangat menarik untuk dilihat saat cuaca panas dibanding musim lainnya karena udara sekitar pantai akan selalu dingin. Kota ini terkenal juga sebagai kota pertama bagi restoran McDonald’s membuka cabangnya di Eropa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s